Newest Post
// Posted by :Sandi Sopandi
// On :Thursday, 6 November 2014
LAPORAN HASIL PRAKTIK KERJA INDUSTRI
(CV. IP MOTOR)
JL. PEMBANGUNAN NO. 12 GARUT
OLEH
NAMA : SANDI SOPANDI
NIS : 121310309
KELAS : XII TKR 1
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA
GARUT
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2
GARUT KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
Jalan Suherman No. 90 PO BOX 103
Telp./Fax. 0262 – 233141 Garut
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIK KERJA
INDUSTRI
Hari : Jum’at
Tanggal : 17 Oktober 2014
PEMBIMBING
Sekolah Industri
------------------------- ----------------------
Drs. Encep Mashur Enjang Suganda
NIP. 196008111987031011
Ketua Praktik Industri Ketua Program
--------------------------- ----------------------------
Gusti Gunawan, S.Pd Nando Susanto, S. Pd
NIP. 196507061989031011 NIP.
197509062005011008
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ............................................................................................... i
PENGESAHAN PEMBIMBING ...................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................... 1-2
KATA PENGANTAR ....................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
.................................................................. 4
1.1 Latar
Belakang ........................................................... 4
1.2 Tujuan
Pembuatan Laporan ....................................... 4
1.3 Tinjauan
Umum Perusahaan ...................................... 5-6
1.4 Pembatasan
Ruang Lingkup ...................................... 6
BAB II KAJIAN TEORITIS
............................................................. 7
2.1 Tune-UP
Mesin Bensin Konvensional ....................... 7
a. Tinjauan
Umum .................................................... 7
b. Konstruksi/
Model ................................................ 7
c. Nama
Bagian Dan Fungsi ..................................... 7-8
d. Cara
Kerja ............................................................. 8
e. Gangguan-Gangguan
............................................ 8-9
f. Keselamatan
Kerja ................................................ 9
2.2 Pemeriksaan
Sistem Rem Tromol ............................... 10
a. Tinjauan
Umum ..................................................... 10
b. Konstruksi/
Model ................................................. 10
c. Nama
Bagian Dan Fungsi ...................................... 11
d. Cara
Kerja .............................................................. 11
e. Gangguan-Gangguan
............................................. 11
f. Keselamatan
Kerja ................................................. 12
BAB III PELAPORAN
........................................................................ 13
3.1 Tune-UP
Mesin Bennsin Konvensional ............................. 13
1. Membersihkan
Saringan Udara .................................... 13-14
2. Memeriksa
Oli Mesin ................................................... 14
3. Memeriksa
Baterai ........................................................ 15
4. Memeriksa
Air Pada Radiator ....................................... 15
5. Memeriksa Jumlah Air Pada Reservoir ........................ 15-16
6. Melakukan
Penyetelan Katup ........................................ 16-17
7. Memeriksa
dan Menyetel Busi ...................................... 17
8. Memeriksa
Kabel Tegangan Tinggi (kabel koil) ........... 17
3.2 Pemeriksaan
Sistem Rem Tromol......................................... 18
a. Pemeriksaan
.................................................................... 18-19
b. Pengukuran
..................................................................... 19
c. Kesimpulan
Gangguan .................................................... 19
d. Memasang
dan Menyetel ................................................ 19
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ................................................. 20
4.1 Kesimpulan
............................................................................ 20
4.2 Saran
......................................................................................
20
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 21
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan didayah-nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Industri ini dengan selamat,
baik dan lancar.
Penyusun laporan ini merupakan
tindak lanjut dari kegiatan praktek kerja industri yang telah dilaksanakan
sebelumnya. Dari praktek kerja indstri ini penulis mendapatkan data-data yang
berguna sebagai dasar pembuatan laporan ini.
Tersusunnya laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak yang telah banyak membantu, oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih
kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. H. Aban
Suryana, MSi sebagai Kepala SMK Negeri 2 Garut
2. Bapak H. Gusti Gunawan,
S.Pd. selaku Ketua Praktik Industri
3. Bapak Nando Susanto,
S.Pd selaku Ketua Program Keahlian
4. Bapak H. Anton selaku
Direktur CV. IP MOTOR
5. Bapak Enjang Suganda dan
Bapak Diki selaku Pembimbing di Industri
6. Bapak Drs. Encep Mashur
selaku Pembimbing di Sekolah
7. Semua pihak yang
membantu dalam pelaksanaan praktik industri.
Kami
harap Laporan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi kita semua.
Garut,…………………2014
Sandi
Sopandi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Praktek kerja
industri adalah suatu cara menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. Khususnya
pada sekolah menengah kejuruan yang memadukan kegiatan belajar disekolah dan
kegiatan belajar melalui dunia kerja yang sesungguhnya dan relevan dilapangan
kerja (Dunia Usaha Dunia industri).
Disamping untuk memenuhi syarat mengikuti ujian akhir
nasional dengan diadakan praktek kerja industri, sekolah menengah kejuruan
diharapkan lebih kompeten didalam dunia kerja dan dengan adanya program ini
siswa dapat menjadi lebih berpengalaman dan lebih mandiri untuk menghadapi
persaingan dunia kerja sekarang ini yang telah bersifat kompetitif.
1.2 Tujuan Pembuatan Laporan
1.
Tujuan umum
a.
Meningkatkan, memperoleh, memantapkan keterampilan siswa sehingga menambah
bekal kemudian hari.
b.
Membekali siswa dengan pengalaman yang sebenarnya didalam dunia usaha sehingga
persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia kerja dalam masyarakat.
c.
Mendorong siswa agar berjiwa wiraswasta dan mandiri untuk membuka usaha
sendiri.
d.
Dapat melatih disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang di
bebankan kepadanya.
2. Tujuan khusus
a.
Agar siswa dapat menerapkannya ilmu yang didapat di sekolah baik teori maupun
praktek dengan langsung di dunia usaha yang sebenarnya.
b.
Agar siswa mampu dan dapat menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
c. Agar terbina sikap dan sifat
percaya diri atas kemampuan yang dimiliki.
1.3 Tinjauan Umum Perusahaan
NAMA
DUNIA USAHA : CV. IP MOTOR
ALAMAT : JL.
PEMBANGUNAN No. 12 GARUT
ORGANIGRAM
BENGKEL CV. IP MOTOR
PIMPINAN INDUSTRI
H. ANTON
|
PENGAWAS
H. SAE
|
PEMBINGBING 1
ENJANG SUGANDA
|
PEMBIMBING 2
DIKI
|
Waktu
Pelaksanaan Prakerin
Pelaksanaan
prakerin dilakukan selama ± 70 pertemuan dimulai pada tanggal 1 Juni 2014
sampai dengan 30 September 2014 dengan rincian sebagai berikut :
Dalam satu minggu dilakukan Enam kali pertemuan yaitu pada hari Senin,
Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan Sabtu. Jam kerja dibagi dalam dua shift yaitu,
di mulai pada pukul 08.00 - 13.00 (untuk jam kerja shift pagi), dan pukul 13.00
- 18.00 (untuk jam kerja shift siang). Adapun jam kerja pada bulan Ramadhan
yaitu, di mulai pada pukul 08.00 - 12.00 (untuk jam kerja shift pagi), dan
pukul 12.00 - 17.00 (untuk jam kerja shift siang).
Rangkuman
Kegiatan Prakerin
Adapun kegiatan selama PRAKERIN secara
garis besar ada 3 kegiatan yaitu :
1. Teori
singkat
2. Pengarahan
3. Praktik
1. Teori
singkat meliputi pembelajaran berbagai materi seputar dunia otomotif khususnya dengan
materi yang akan di uji kompentensikan oleh siswa.
2. Sebelum
melakukan kegiatan Praktik, siswa diberi pengarahan terlebih dahulu tentang
karakteristik kendaraan dan bagaimana cara memperbaiki kerusakan yang terjadi
pada kendaraan.
3. Praktik
Kegitan ini dilakukan setelah siswa benar-benar menguasai segala aspek yang di
praktekkan, terutama tata cara siswa bekerja dengan baik dan penuh dedikasi, dalam
kegiatan ini siswa diwajibkan menguasai tata cara pembongkaran, pemeriksaan,
perbaikan, dan pemasangan yang sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP).
1.4 Pembatasan Ruang Lingkup
Hal yang akan di bahas pada BAB
selanjutnya adalah :
1. Pembahasan tentang Tune-UP Mesin Bensin Konvensional.
2. Pemeriksaan Sistem Rem Tromol
BAB II KAJIAN TEORITIS
2.1
Tune-UP Mesin Bensin Konvensional
a.
Tinjauan Umum
Terkadang
kendaraan yang kita gunakan tidak akan selamanya dalam keadaan prima. Walaupun
telah dilakukan perawatan yang intensif, sesekali pasti kendaraan tersebut
membutuhkan yang namanya Tune-Up.
Tune-Up
merupakan suatu langkah baik pengecekan, pengukuran ataupun perbaikan pada
suatu kendaraan. Fungsi Tune-Up adalah untuk meningkatkan kembali peforma
kendaraan yang sudah menurun agar kondisi kendaraan menjadi prima kembali.
b.
Konstruksi/ Model
TOYOTA Kijang
c.
Nama Bagian dan Fungsi
v Saringan
Udara
Saringan udara berfungsi untuk:
ü
Membersihkan
udara
ü
Mengurangi
kecepatan udara
ü
Memperkecil
suara berisik udara
v Oli
Mesin
Fungsi Oli Mesin :
ü Melumasi
bagian-bagian yang bergesekan
ü Mengurangi
keausan
ü Mencegah
panas
ü Mencegah
karat
ü Membersihkan
kotoran pada mesin
Jenis Oli Mesin Berdasarkan Viscositas/ Tingkat kekentalan Oli
ü Single
Grade : SAE 10-20 30,40,50 90,
120, 140
ü Multy
Grade : 15W - 50
v Baterai
Fungsi Baterai :
Sebagai sumber ternaga arus listrik yang harus dapat mensuplai
/ memberi arus ke berbagai macam sistem kelistrikan dan perlengkapan
kelistrikan yang lainnya.
v Radiator
dan Reservoir
Fungsi Radiator :
Sebagai komponen sistem pendinginan pada kendaraan
Fungsi Reservoir :
Sebagai tempat bersirkulasinya water coolant pada
radiator
v Katup
Fungsi Katup
Sebagai pengatur pemasukan campuran bahan bakar pada saluran masuk
(intake) dan pengatur pengeluaran sisa
pembakaran bahan bakar pada saluran keluar (exhaust).
v Busi
Fungsi Busi :
Merupakan komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk memercikan
bunga api guna membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar sehingga
menghasilkan dorongan pada torak yang di akibatkan karena ledakan pembakaran
dan menghasilkan langkah usaha pada torak.
v Kabel
Busi/ Kabel tegangan tinggi
Fungsi Kabel Busi :
Kabel busi berfungsi untuk mengalirkan arus tegangan tinggi yang dihasilkan
oleh koil ke masing-masing silinder sesuai Urutan Pengapian (UP) atau Firing
Order (FO), dalam hal ini adalah mobil Toyota Kijang dengan empat silinder
berarti urutan pengapiannya adalah 1-3-4-2.
d.
Cara Kerja
Cara kerja Tune-UP adalah untuk meningkatkan kembali kinerja kendaraan agar
kondisi kendaraan jadi prima kembali.
e.
Gangguan-Gangguan
Beberapa gangguan yang sering terjadi pada kendaraan yang mengkibatkan
kendaraan harus di Tune-UP yaitu :
1.
Gangguan Pada Saringan Udara
ü
Menyebabkan suara berisik pada kendaraan.
ü
Menyebabkan kondisi ruang motor cenderung lebih
kotor.
2.
Gangguan Pada Oli Mesin
ü Jumlah
Oli mesin kurang sehingga komponen kendaraan tidak mendapatkan pelumasan secara
baik/ maksimal.
ü Kondisi
oli yang sudah kotor menyebabkan pelumasan terganggu.
3.
Gangguan Pada Baterai
ü Baterai
mengalami kekurangan Cairan Elektrolit.
ü Terminal
baterai kotor sehingga menghambat pengaliran arus.
4.
Gangguan Pada Radiator dan Reservoir
ü Water
Coolant pada radiator kurang.
ü Terdapat
oli pada air radiator yang disebabkan karena kebocoran gasket kepala silinder.
ü Saluran
air radiator ke reservoir tersumbat
ü Kondisi
reservoir sudah kotor.
5.
Gangguan Pada Katup
ü Menghasilkan
suara berisik jika stelan katup terlalu renggang.
ü Setelan
katup terlampau renggang/ rapat. Sehingga timing pemasukan campuran bahan bakar
dan udara serta pengeluaran sisa pembakaran tidak tepat.
Spesifikasi celah katup :
a. Mesin
dalam keadaan dingin :
IN = 0,15 mm dan EX = 0,25 mm
b. Mesin
dalam keadaan panas :
IN = 0,20 mm dan EX = 0,30 mm
6.
Gangguan Pada Busi
ü Busi
sudah kotor sehingga mengganggu pada saat pemercikan bunga api.
ü Jarak
antara insulator busi dan dioda terlampau rapat/ renggang sehingga menghasilkan
percikan yang terlalu besar/ terlalu kecil.
Spesifikasi Celah busi : 0,80 mm
7.
Gangguan Pada Kabel Busi
ü Salahsatu
atau beberapa Kabel busi sudah jelek sehingga mengganggu proses pengapian.
ü Hambatan
kabel busi sudah jelek.
Spesifikasi hambatan kabel busi : 25 KΩ
f.
Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja merupakan suatu faktor penting yang harus
di perhatikan ketika akan melakukan suatu pekerjaan. Berikut adalah beberapa
poin-poin penting dalam menjaga keselamatan kerja :
Ø Biasakan
Berdo’a terlebih dahulu sebelum melakukan suatu pekerjaan
Ø Perhatikan
langkah kerja saat melakukan praktek.
Ø Menggunakan
peralatan yang sesuai dengan fungsinya.
Ø Melakukan
kegiatan praktek sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP).
Ø Menjaga
alat & bahan.
Ø Memakai
baju praktek atau wearpack.
Ø Menjaga
kebersihan lingkungan kerja.
Ø Jika
ada kesulitan, tanyakan pada pembimbing yang bersangkutan.
2.2
Pemeriksaan Sistem Rem Tromol
a.
Tinjauan umum
Sistem rem
adalah salah satu sistem yang sangat penting pada sebuah kendaraan baik roda
dua maupun roda empat dimana sistem ini
berfungsi untuk mengurangi, memperlambat dan menghentikan laju kendaraan.
Sistem rem merupakan kebuutuhan yang penting untuk menjaga keselamatan pada
saat mengemudikan kendaraan. Sistem rem ada yang menggunakan tromol dan ada
yang menggunakan piringan (Rem Cakram).
Prinsip Dasar
Sistem Rem adalah Merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya rem
bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak
putar. Efek pengereman diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara
dua benda, dalam hal ini adalah antara kanvas rem dan tromol yang bergesekan ketika pedal rem
ditekan.
Mekanisme Sistem Rem Tromol
Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman
diperoleh dari
sepatu rem yang menekan permukaan
tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. Karena self-
energizing action ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan
sepatu, kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang
relatif kecil. Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda
empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik
dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada
setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai
penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
b.
Konstruksi/ Model
c.
Nama Bagian dan Fungsi
·
kanvas dan sepatu rem
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan
cara dikeling yang berfungsi menekan putaran tromol rem pada saat kendaraan
dihentikan.
·
Tromol rem
Fungsinya sebagai penahan putaran pada
saat proses penggerakan berlangsung.
·
Silinder rod
Terdiri dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong
sepatu rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
·
Piston
Berfungsi sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada
master silinder yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut
dilanjutkan oleh piston menekan masing-masing sepatu rem.
·
Baut penyetel
Berfungsi untuk menyetel kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem
dengan cara memutar ke kiri atau ke kanan baut penyetel.
·
Pegas pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula
setelah melakukan pengereman.
·
Leeder plug (naple)
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
·
Backing plate
Berfungsi
sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder
roda.
d.
Cara Kerja
Cara kerja rem tromol adalah dengan menekan pedal
rem, maka fluida akan mengalir dan menekan silindr roda melalui saluran-saluran
minyak rem. Fluida dari silinder roda akan menekan sepatu rem, sehingga sepatu
rem akan bergesekan dengan tromol dan terjadilah pengereman yang diinginkan.
e.
Gangguan-Gangguan
Gangguan-gangguan Yang Dialami pada Rem Tromol Adalah
:
ü
pengereman tidak bekerja Pada saat pedal rem di
injak
ü
kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi
pengereman, Penyebabnya yaitu :
1)
Kekurangan minyak rem.
2) Terdapat
kebocoran pada pipa/sambungan.
3) Silinder
utama mengalami kebocoran.
f.
Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja merupakan suatu faktor penting yang
harus di perhatikan ketika akan melakukan suatu pekerjaan. Berikut adalah
beberapa poin-poin penting dalam menjaga keselamatan kerja :
Ø Biasakan
Berdo’a terlebih dahulu sebelum melakukan suatu pekerjaan
Ø Perhatikan
langkah kerja saat melakukan praktek.
Ø Menggunakan
peralatan yang sesuai dengan fungsinya.
Ø Melakukan
kegiatan praktek sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP).
Ø Menjaga
alat & bahan.
Ø Memakai
baju praktek atau wearpack.
Ø Menjaga
kebersihan lingkungan kerja.
Ø Jika
ada kesulitan, tanyakan pada pembimbing yang bersangkutan.
BAB
III PELAPORAN
2.1 Tune-UP Mesin Bensin Konvensional
a. Alat
dan bahan yang digunakan ketika melakukan Tune-Up
·
Feeler Gauge
·
Obeng +/-
·
Multitester atau AVO Meter
·
Kunci Ring
·
Sikat Kawat
·
Kunci Busi
b. Adapun
beberapa hal yang dilakukan dalam proses Tune-UP, yaitu :
1) Membersihkan
Saringan Udara
Karena kurangnya perawatan terhadap saringan udara,
seringkali terjadi beberapa gangguan yang terjadi pada kendaraan. Diantaranya :
·
Menyebabkan suara berisik pada kendaraan
·
Menyebabkan kondisi ruang motor cenderung lebih
kotor
Adapun kegunaan atau fungsi Saringan Udara, diantaranya :
·
Membersihkan
udara
·
Mengurangi
kecepatan udara
·
Memperkecil
suara berisik udara
2) Memeriksa
Oli Mesin
Hal yang
diperiksa dalam oli mesin diantaranya :
l
Jumlah Oli
Cabut stik pengukur jumlah oli pada kendaraan. Pastikan oli berada pada
posisi F (Full)
l
Viskositas Oli
Periksa tingkat kekentalan Oli Mesin. Jika dirasa masih bagus, maka oli
masih dapat digunakan. Tapi jika kondisi Oli Mesin sudah kotor dan berwarna
hitam pekat, maka lakukan penggntian oli mesin.
Catatan : Ganti Oli Mesin dengan jumlah dan kualitas sesuai rekomendasi
pabrik. Atau dapat juga di ganti sesuai pilihan konsumen atau juga rekomendasi
dari bengkel.
3) Memeriksa
Cairan Elektrolit Baterai dan Membersihkan Terminal Baterai
l
Pemeriksaan Cairan Elektrolit Baterai dapat
dilihat pada banyaknya Cairan Elektrolit yang terdapat pada Baterai. Hal
tersebut dapat dilihat pada bagian depan Baterai. Disana terdapat batas/skala
Uper level (batas atas) dan Lower Level ( batas bawah). Pastikan banyaknya
cairan elektrolit berada pada posisi Uper Level (batas atas) jika kurang, maka
bisa ditambahkan dengan air accu sampai cairan elektrolit mencapai Uper Level
(batas atas).
l
Bersihkan terminal baterai dari kotoran maupun
karat yang memungkinkan menimbulkan gangguan.
4) Memeriksa
Air Pada Radiator
Bila
air radiator berminyak
kemungkinan terdapat kebocoran oli ke sistem pendingin yang disebabkan gasket
kepala silinder rusak, korosi, dan kepala silinder melengkung karena over
heating
5) Memeriksa
Jumlah Air Pada Reservoir
Pastikan jumlah air dalam Reservoir mencapai garis
Full atau Max pada indikator reservoir. Jika air nya kurang maka bisa
ditambahkan baik menggunakan air bersih biasa ataupun menggunakan Coolant.
6) Melakukan
Penyetelan Katup
Alat yang diguanakan ketika melakukan penyetelan katup
diantaranya : Obeng, kunci Ring, dan Feeler Gauge.
Spesifikasi celah katup :
·
Mesin dalam keadaan dingin :
IN = 0,15 mm
dan EX = 0,25 mm
·
Mesin dalam keadaan panas :
IN = 0,20 mm dan EX = 0,30 mm
l
Putar
poros engkol sampai Top Silinder 1
l
Cek
celah katup dengan feller gauge silinder 1 katup IN & EX, Silinder 2 katup
IN & EX, silinder 3 katup IN &
EX, silinder 4 katup IN & EX dan seterusnya
l
Bila
tidak sesuai spesifikasi stel celah katup
l
Putar
poros engkol 360 derajat, cek dan stel katup yang belum distel saat top
silinder 1
7) Memeriksa
dan Menyetel Busi
Lepaskan busi menggunakan kunci busi, lihat kondisi
busi.
·
Jika permukaan busi sudah kotor, maka dapat
dibersihkan dengan menggunakan sikat kawat, kemudian ukur celah antara
elektroda busi dengan spesifikasi 0,80 mm menggunakan feeler gauge.
·
Jika kondisi busi sudah rusak dan tidak bisa
lagi memercikan bunga api, maka lakukan penggantian busi.
·
Cara mengetahui kondisi busi dengan hasil
pembakaran yang baik dapat dilihat pada gambar dan ciri-ciri berikut :
·
Warna Insulator putih ke abu-abuan atau kuning ke
abu-abuan condong coklat.
·
Kondisi
mesin baik
·
Range panas
busi tepat
·
Campuran
udara bahan bakar dan saat pengapian tepat tanpa ada misfiring,
·
Cold start device bekerja normal
·
Tidak
ada deposit dari Bahan bakar
·
Tidak
ada gejala overheating
8) Memeriksa
Kabel Tegangan Tinggi (kabel koil)
Lakukan Pemeriksaan pada tiap-tiap kabel tegangan
tinggi.
·
Lepaskan Kabel tegangan tinggi dari distributor
dan lubang busi.
·
Siapkan multi tester atau Ohm meter yang sudah
di kalibrasi terlebih dahulu dan berada pada posisi 1 KΩ.
·
Ukur
Kabel dengan menempelkan colok ukur (test lead red dan test lead black) pada ujung kabel.
·
Spesisikasi
hambatan pada kabel tegangan tinggi sekitar 25 KΩ.
·
Jika hasil ukur menunjukan bahwa kabel tegangan
tinggi masih dalam keadaan baik, maka pasang kembali kabel tegangan tinggi
sesuai FO (Firing Order) atau Urutan pengapian (1 3 4 2 ) untuk mesin dengan 4
silinder.
·
Jika kondisi kabel tegangan tinggi sudah jelek,
maka perlu dilakukan penggantian kabel tegangan tinggi.
2.2 Sistem Rem Tromol
a. Pemeriksaan
Mekanisme Sistem Rem Tromol
Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman
diperoleh dari sepatu rem yang menekan
permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. Karena
self- energizing action ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga
mengembangkan sepatu, kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh
usaha pedal yang relatif kecil. Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada
kendaraan roda empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim
hidrolik dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih
merata pada setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem
sebagai penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa komponen, diantaranya :
ü
Kanvas Rem Tromol
Periksa Kanvas rem tromol secara keseluruhan, kemudian lakukan pengukuran
ketebalan kanvas rem, jika ketebalan kanvas rem dirasa masih cukup atau masih
ada dalam batas spesifikasi, kanvas rem bisa digunakan kembali. Tapi jika
kanvas rem sudah tipis, maka segeralah lakukan penggantian.
ü
Silinder rod dan Piston
Kemacetan pergerakan piston rem biasanya diakibatkan karena adanya karat
pada Silinder rod, maka lakukanlah pemeriksaan pada Silinder rod jika sistem
rem mengalami kemacetan. Bersihkan karat pada Silinder rod dengan menggunakan
amplas yang halus.
ü
Baut penyetel
Periksa setelan baut untuk memastikan setelan rem dalam keadaan baik.
ü
Tromol
Periksa permukaan dalam tromol, jika permukaan dalam tromol sudah kotor
dan agak berkarat, maka lakukanlah pembersihan.
ü
Lakukan pembersihan komponen rem tromol secara
keseluruhan
b. Pengukuran
Lakukan pengukuran terhadap :
ü
Ketebalan kanvas rem tromol
ü
Jarak antara kanvas rem dan tromol
c. Kesimpulan
Gangguan
Gangguan-gangguan Yang Dialami pada Rem Tromol Adalah
:
1. pengereman
tidak bekerja Pada saat pedal rem di injak.
2. kendaraan
tetap barjalan dan tidak terjadi pengereman.
Kemungkinan yang terjadi adalah karena :
ü
kanvas rem sudah tipis sehingga tidak terjadi
gesekan antara permukaan kanvas dan tromol.
ü
Piston rem tidak bekerja sehingga kanvas rem
tidak terdorong/ tertekan ke tromol.
ü
Kekurangan minyak rem.
ü
Terdapat kebocoran pada pipa/sambungan.
ü
Silinder utama mengalami kebocoran.
d. Memasang
dan Menyetel
Jika telah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran
komponen-komponen rem tromol secara keseluruhan, maka lakukan kembali
pemasangan komponen-komponen rem tromol sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP).
Jika semua komponen telah terpasang, lakukan penyetelan rem melalui baut
penyetel hingga pengereman dirasa sudah cukup dan siap untuk di gunakan.
BAB
IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Banyak sekali sistem pada kendaraan yang telah saya pelajari
dan saya praktikan dibengkel “CV. IP Motor” antara lain adalah memperbaiki
sistem rem, memelihara roda dan ban, memelihara engine dan komponenya,
pengecekan dan penggantian sistem pelumasan, memperbaiki unit kopling dan
komponen pengoprasianya, dan sebagainya. Sebagai bahan untuk laporan prakerin
ini, saya mengambil beberapa Job/ pekerjaan yang telah di praktekan yaitu “
Tune-Up Mesin Bensin Konvensional dan Sistem Rem Tromol” . Kegiatan prakerin
sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja
khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan
siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah dengan didunia
kerja secara nyata.
4.2 Saran
o
Karena begitu penting dan sangat bermanfaatnya
kegiatan prakerin ini, hendaknya setiap siswa/siswi yang melakukan kegiatan
prakerin ini menjalaninya dengan bersungguh-sungguh dan penuh dedikasi agar
ilmu yang di dapat selama kegiatan prakerin bisa bermanfaat baik bagi siswa
maupun bagi industri tempat prakerin di lakukan.
o
Jangan sunkan untuk bertanya jika benar-benar
tidak mengerti.
o
Jalinlah Relationship/ kerjasama yang baik
antara sesama peserta prakerin maupun dengan pihak industri.
o
Manfaatkan waktu prakerin yang kurang lebih
selama 3 bulan lamanya sebaik mungkin.
